MASUK DENGAN AKUN

Gunakan username dan password akun anda untuk login.

LUPA PASSWORD?

Gunakan form dibawah ini untuk meminta perubahan password.

BELUM MEMILIKI AKUN?

Daftar disini jika anda belum memiliki akun.

TANYA KAMI SOAL PAJAK

Anda bingung dengan perhitungan pajak anda? Bingung menghadapi penerapan aturan pajak? Atau masalah-masalah pajak lainnya? Jangan khawatir, ajukan pertanyaan anda disini. Konsultan pajak professional kami akan membantu memberikan jawaban dan saran atas pertanyaan anda.

Hi John, apa yang bisa kami bantu hari ini?

Tulis kan pertanyaan kamu di bawah ini. Gunakan penulisan yang baik dan jelas untuk memudahkan kami mengerti kebutuhan anda.

TERIMA KASIH ATAS PERTANYAAN ANDA

Kami sudah menerima pertanyaan anda. Mohon bersabar, team kami akan mempelajari pertanyaan yang anda kirimkan, dan menghubungi anda kembali dengan jawaban atas pertanyaan anda.

Hubungi kami di +62.21.22604519 untuk respon cepat.

Ditjen Pajak siapkan langkah jaga penerimaan pajak

Senin, 02 Juli 2018

Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak Kementerian Keuangan (Kemkeu) akan melakukan sejumlah langkah agar penerimaan pajak sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) tidak menurun tahun ini. Kekhawatiran turunnya penerimaan pajak UMKM terjadi seiring dengan dipangkasnya tarif PPh final UMKM dari 1% menjadi 0,5%.

Direktur Pelayanan Penyuludan (P2) Humas Ditjen Pajak Kemkeu Hestu Yoga Saksama mengatakan, salah satu strateginya adalah sosialisasi. Kami sudah siapkan skema-skema sosialisasinya dengan Pemerintah Daerah (Pemda), dengan asosiasi, perbankan, mereka juga sosialisasi terhadap UMKM binaannya, katanya, akhir pekan lalu.

Dengan sosialisasi, diharapkan insentif pajak UMKM akan membuat makin banyak pelaku usaha UMKM yang membayar pajak. Dengan begitu maka pembayaran pajak dari WP UMKM akan naik sesuai dengan trennya dalam beberapa tahun terakhir.

Berdasarkan catatan Ditjen Pajak, pada tahun 2013 jumlah WP UMKM yang membayar PPh Final sebanyak 220.000 wajib pajak. Dari jumlah itu penerimaan pajak terkumpul sebanyak Rp 428 miliar. Sedangkan pada tahun 2014, sebanyak 532.000 WP UMKM membayar pajak sebesar Rp 2,2 triliun. Pada 2015, WP UMKM yang membayar pajak sebanyak 780.000 WP dengan setorannya Rp 3,5 trilun.

Lalu tahun 2017, jumlah pembayar pajak UMKM kurang lebih 1,5 juta dengan total Rp 5,8 trilun. Jumlah itu naik dari tahun 2016 dengan jumlah pembayar 1,45 juta WP UMKM senilai Rp 4,3 triliun.

Hestu yakin dengan penurunan tarif PPh final, maka pelaku UMKM lebih tertarik untuk membayar pajak. Apalagi selama ini, pengusaha UMKM tidak diwajibkan membayar pajak apabila penghasilannya di bawah Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP).

Sebelumnya Dirjen Pajak Robert Pakpahan memperkirakan, insentif PPh final UMKM akan membuat penerimaan pajak berkurang Rp 1 triliun hingga Rp 1,5 triliun tahun ini. Karena tarifnya turun, akan berkurang jumlah penerimaannya, kurang lebih Rp 1 triliun hingga Rp 1,5 triliun di 2018," ujarnya.

Meski bisa mengurangi penerimaan pajak tahun ini, penurunan tarif tidak akan berdampak negatif jangka menengah panjang. Sebab, diprediksi WP UMKM telah mulai menyesuaikan tarif tersebut. "Tujuan ini adalah mengurangi beban pajak pelaku UKM," ujarnya

Direktur Eksekutif Center for Indonesia Taxation Analysis (CITA) Yustinus Prastowo juga menilai, dalam jangka pendek kebijakan itu akan menurunkan pembayaran pajak UMKM. Atau setidaknya terjadi stagnasi, karena bulan Juli 2018, setoran sudah memakai tarif baru. "Perlu sosialisasi supaya ada penambahan jumlah WP yang signifikan," katanya.

Dia melihat, pertumbuhan penerimaan pajak dari insentif ini juga baru akan terlihat tahun depan. Di tahun 2019, setelah pemerintahan baru, kata Yustinus.

KONTAN.CO.ID.  Klik disini untuk membaca sumber berita.

The Mansion Kemayoran.
Cluster Bougenville, Tower Fontana lantai 17 Zona 2 Ruang 17G2,
Jl. Trambesi Blok D. Komp Bandar Baru, Kemayoran. Jakarta Utara 14410

Phone. +62.21.22604519
Fax. +62.21.22604520

Copyright © 2016-2019, ATS Konsultama
Website by PandavaMedia