Pantau Ketat Wajib Pajak, Ditjen Pajak Siapkan 'Peta Khusus'

2 Maret 2016
Badung - Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menyiapkan satu sistem untuk menjalankan program ekstensifikasi basis pajak pada 2016. Ini dinamakan penyisiran wajib pajak dengan geo-tagging berbasis website.

Dalam konsepnya, lewat sistem ini akan ada pemetaan wilayah kerja untuk petugas pajak sesuai dengan potensinya. Mengingat besarnya Indonesia, sulit bila tidak ada pemetaan yang benar-benar rinci.

"Jadi kata kuncinya tolong buat peta potensi," ungkap Direktur Ekstensifikasi dan Penilaian DJP, Awan Nurmawan Nuh, dalam agenda media gathering di Hotel Ramada, Bali, Jumat (26/2/2016).

Misalnya satu wilayah dengan potensi industri, maka akan dipegang oleh satu perwakilan pajak. Begitu juga dengan wilayah yang potensinya adalah perkantoran, toko, restoran, hotel dan lainnya.

"Tentu masing-masing memiliki potensinya dan petugas pajak harus tahu soal potensi-potensi itu," jelasnya.

Dari pemetaan tersebut, maka akan dipindahkan ke dalam sebuah website. Formatnya seperti google maps. Pada setiap titik akan ada keterangan dari potensi wilayah.

Keterangan ini meliputi foto, jenis usaha, dan nomor pokok wajib pajak (NPWP). Bila telah memiliki NPWP, maka akan ditandai dengan warna biru. Namun bila belum, maka akan ditandai dengan warna merah.

"Diberi keterangan, misalnya toko atau restoran. Nanti ketahuan mana yang sudah ber-NPWP atau belum," kata Awan.

Awan menyatakan sebelumnya data sudah dimiliki oleh DJP, akan tetapi wilayah potensi tersebut belum diketahui secara jelas.

"Biasanya ada data tapi belum tahu lokasinya. Jadi inilah yang dinamakan, pendekatan ekstensifikasi dengan penguasaan wilayah. Jadi KPP itu harus menguasai teritorial dia," pungkasnya.