Hibah saham dari orang tua kepada anak

Pertanyaan

Saya ingin menanyakan kepada bapak, sebut saja PT. X yang pemegang sahamnya terdiri dari Tn. A (sebagai ayah) dan Tn.B (sebagai anak kandung). Jadi apabila saham yang dimiliki Tn.A dihibahkan kepada Tn.B bagaimana aspek pajaknya?. Karena yang saya ketahui bahwa hibah dari orang tua kepada anak kandung tidak dikenai pajak. Mohon penjelasannya.

Jawaban

Terima kasih atas pertanyaan yang disampaikan kepada kami. Terkait dengan hal tersebut kita perlu mencermati dasar hukum pengenaan atas obyek tersebut antara lain:

  1. Pasal 4 ayat (1) huruf d angka 4 Undang-Undang Pajak Penghasilan (UU Nomor 36 Tahun 2008) mengatur bahwa yang menjadi Objek Pajak adalah penghasilan yaitu setiap tambahan kemampuan ekonomis yang diterima atau diperoleh Wajib Pajak, yang dapat dipakai untuk konsumsi atau untuk menambah kekayaan Wajib Pajak yang bersangkutan dengan nama dan dalam bentuk apapun, termasuk keuntungan karena pengalihan harta berupa hibah, bantuan, atau sumbangan, kecuali yang diberikan kepada keluarga sedarah dalam garis keturunan lurus satu derajat dan badan keagamaan, badan pendidikan, badan sosial termasuk yayasan, koperasi, atau orang pribadi yang menjalankan usaha mikro dan kecil, yang ketentuannya diatur lebih lanjut dengan Peraturan Menteri Keuangan, sepanjang tidak ada hubungan dengan usaha, pekerjaan, kepemilikan, atau penguasaan di antara pihak-pihak yang bersangkutan;
  2. Pasal 4 ayat (3) huruf a angka 2 UU PPh (UU Nomor 36 Tahun 2008) menyebutkan bahwa Yang dikecualikan dari Objek Pajak adalah harta hibahan yang diterima oleh keluarga sedarah dalam garis keturunan lurus satu derajat, badan keagamaan, badan pendidikan, badan sosial termasuk yayasan, koperasi, atau orang pribadi yang menjalankan usaha mikro dan kecil, yang ketentuannya diatur dengan atau berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan, sepanjang tidak ada hubungan dengan usaha, pekerjaan, kepemilikan, atau penguasaan di antara pihak-pihak yang bersangkutan;

Berdasarkan penjelasan di atas di tegaskan bahwa Harta hibahan bagi pihak yang menerima bukan merupakan objek pajak apabila diterima oleh keluarga sedarah dalam garis keturunan lurus satu derajat, dan oleh badan keagamaan, badan pendidikan, atau badan sosial termasuk yayasan atau orang pribadi yang menjalankan usaha mikro dan kecil termasuk koperasi yang ditetapkan oleh Menteri Keuangan, sepanjang diterima tidak dalam rangka hubungan kerja, hubungan usaha, hubungan kepemilikan, atau hubungan penguasaan antara pihak-pihak yang bersangkutan.

Namun, terkait dengan informasi yang disampaikan bahwa atas pemberian hibah berupa saham perusahaan PT.X dari Tn. A sebagai ayah kepada Tn.B (anak kandung) menurut kami tidak termasuk yang dikecualikan sebagai Objek Pajak Penghasilan. Disebabkan karena dipengaruhi adanya ikatan hubungan kerja, hubungan usaha, hubungan kepemilikan atau hubungan penguasaan antara pihak-pihak yang bersangkutan sebagaimana yang telah dijelaskan sebelumnya. Sehingga hibah berupa saham yang diterima Tn.B tersebut akan dikenakan PPh tarif umum dan harus dilaporkan dalam SPT Tahunan PPh yang bersangkutan.

Demikianlah penjelasan dari kami, semoga bermanfaat.