Hutang Pajak Orang Tua Yang Telah Meninggal Dunia

Pertanyaan

Ayah saya telah meninggal dunia dan masih ada tunggakan pajak. Apakah saya sebagai anak wajib membayar tunggakan pajak tersebut?. Mohon bantuan dasar hukumnya dan syarat apabila saya tidak harus membayar tunggakan pajak tersebut.

Terima kasih atas penjelasannya.

Jawaban

Terima kasih atas pertanyaan yang disampaikan kepada kami, berdasarkan Pasal 32 ayat (1)huruf e UU Nomor 28 Tahun 2007 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan (UU KUP) dijelaskan bahwa dalam menjalankan hak dan kewajiban, sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan perpajakan, suatu warisan yang belum terbagi diwakili oleh salah seorang ahli warisnya, pelaksana wasiatnya atau yang mengurus harta peninggalannya.

Dan di Pasal 32 ayat (2) UU KUP juga menjelaskan bahwa wakil tersebut bertanggungjawab secara pribadi dan/atau secara renteng atas pembayaran pajak yang terutang, kecuali apabila dapat membuktikan dan meyakinkan Direktur Jenderal Pajak bahwa mereka dalam kedudukannya benar-benar tidak mungkin untuk dibebani tanggungjawab atas pajak yang terutang tersebut.

Di lain pihak, Wajib Pajak yang telah meninggal dunia dan tidak meninggalkan warisan, NPWP dapat dihapuskan sepanjang tidak mempunyai utang pajak kecuali, utang pajak tersebut penagihannya telah daluwarsa dan/atau utang pajak yang dimiliki oleh wajib pajak yang telah meninggal dunia dan tidak meninggalkan warisan atau wajib pajak yang tidak mempunyai harta kekayaan. Hal ini sesuai  Peraturan Menteri Keuangan Nomor PMK-147/PMK.03/2017 tentang Tata Cara Pendaftaran Wajib Pajak dan Penghapusan NPWP serta Pengukuhan dan Pencabutan PKP.

Merujuk pada aturan tersebut diatas, maka pihak anak sebagai ahli waris apabila mempunyai tunggakan pajak maka proses penagihan menjadi tanggungan ahli waris tersebut, kecuali memang orangtua (ayah) bapak tidak meninggalkan harta warisan yang dibagikan kepada ahli waris.

Demikian penjelasan dari kami, semoga bermanfaat.