MASUK DENGAN AKUN

Gunakan username dan password akun anda untuk login.

LUPA PASSWORD?

Gunakan form dibawah ini untuk meminta perubahan password.

BELUM MEMILIKI AKUN?

Daftar disini jika anda belum memiliki akun.

TANYA KAMI SOAL PAJAK

Anda bingung dengan perhitungan pajak anda? Bingung menghadapi penerapan aturan pajak? Atau masalah-masalah pajak lainnya? Jangan khawatir, ajukan pertanyaan anda disini. Konsultan pajak professional kami akan membantu memberikan jawaban dan saran atas pertanyaan anda.

Hi John, apa yang bisa kami bantu hari ini?

Tulis kan pertanyaan kamu di bawah ini. Gunakan penulisan yang baik dan jelas untuk memudahkan kami mengerti kebutuhan anda.

TERIMA KASIH ATAS PERTANYAAN ANDA

Kami sudah menerima pertanyaan anda. Mohon bersabar, team kami akan mempelajari pertanyaan yang anda kirimkan, dan menghubungi anda kembali dengan jawaban atas pertanyaan anda.

Hubungi kami di +62.21.22604519 untuk respon cepat.

Komisi penjualan rumah

OP terima komisi penjualan rumah dari PT.X sebesar 10 juta, bukpot 250 ribu.

Pertanyaan saya:
Apakah komisi penjualan boleh pakai norma penghitungan?
Jika boleh termasuk kriteria sebagai jasa perantara atau jasa lain?

Terima kasih atas pertanyaan yang disampaikan kepada kami. Dalam rangka  memberikan kemudahan dalam menghitung besarnya penghasilan neto bagi Wajib Pajak orang pribadi yang menjalankan usaha atau pekerjaan bebas dengan peredaran bruto tertentu, Direktur Jenderal Pajak menerbitkan Norma Penghitungan Penghasilan Neto dalam menghitung PPh terutang dalam satu tahun.  Adapun Orang Pribadi tersebut diantaranya Agen Property, Agen Asuransi, Dokter dan profesi lainnya. Sebaliknya bagi Wajib Pajak Orang Pribadi yang tidak menjalankan usaha atau pekerjaan bebas tidak dapat menggunakan norma perhitungan misalnya, seorang karyawan perusahaan.

Norma Penghitungan Penghasilan Neto merupakan  pedoman dalam menentukan besarnya penghasilan neto yang diterbitkan oleh Direktur Jenderal Pajak dan disempurnakan terus-menerus.

Penggunaan Norma Penghitungan tersebut pada dasarnya dilakukan dalam hal-hal:
a.  tidak terdapat dasar penghitungan yang lebih baik, yaitu pembukuan yang lengkap; atau
b.  pembukuan atau catatan peredaran bruto Wajib Pajak ternyata diselenggarakan secara tidak benar. Norma Penghitungan disusun sedemikian rupa berdasarkan hasil penelitian atau data lain, dan dengan memperhatikan kewajaran.

Norma Penghitungan akan sangat membantu Wajib Pajak yang belum mampu menyelenggarakan pembukuan untuk menghitung penghasilan neto.

Namun, Norma Penghitungan Penghasilan Neto hanya boleh digunakan oleh Wajib Pajak orang pribadi yang melakukan kegiatan usaha atau pekerjaan bebas yang peredaran brutonya kurang dari jumlah Rp4.800.000.000,00 (empat miliar delapan ratus juta rupiah).

Pengajuan permohonan untuk menggunakan Norma Penghitungan Penghasilan Neto, Wajib Pajak orang pribadi harus memberitahukan kepada Direktur Jenderal Pajak dalam jangka waktu 3 (tiga) bulan pertama dari tahun pajak yang bersangkutan.

Wajib Pajak Orang Pribadi yang menggunakan Norma Penghitungan Penghasilan Neto diwajibkan menyelenggarakan -pencatatan tentang peredaran bruto usaha yang diterima sebagaimana diatur peraturan perundang-undangan.

Menjawab pertanyaan Pak Handy, tentunya atas komisi tersebut termasuk dalam kriteria usaha jasa perantara dengan penghitungan PPh terutang menggunakan Norma Penghitungan Penghasilan Neto.

Terkait besaran tarif (%) bagi Wajib Pajak yang menggunakan Norma Perhitungan Penghasilan Neto diatur menurut Peraturan Dirjen Pajak Nomor PER-17/PJ./2015 tentang NORMA PENGHITUNGAN PENGHASILAN NETO.

Demikianlah penjelasan dari kami, semoga bermanfaat.

Pertanyaan diajukan melalui website ATS

The Mansion Kemayoran.
Cluster Bougenville, Tower Fontana lantai 17 Zona 2 Ruang 17G2,
Jl. Trambesi Blok D. Komp Bandar Baru, Kemayoran. Jakarta Utara 14410

Phone. +62.21.22604519
Fax. +62.21.22604520

Copyright © 2016-2019, ATS Konsultama
Website by PandavaMedia