MASUK DENGAN AKUN

Gunakan username dan password akun anda untuk login.

LUPA PASSWORD?

Gunakan form dibawah ini untuk meminta perubahan password.

BELUM MEMILIKI AKUN?

Daftar disini jika anda belum memiliki akun.

TANYA KAMI SOAL PAJAK

Anda bingung dengan perhitungan pajak anda? Bingung menghadapi penerapan aturan pajak? Atau masalah-masalah pajak lainnya? Jangan khawatir, ajukan pertanyaan anda disini. Konsultan pajak professional kami akan membantu memberikan jawaban dan saran atas pertanyaan anda.

Hi John, apa yang bisa kami bantu hari ini?

Tulis kan pertanyaan kamu di bawah ini. Gunakan penulisan yang baik dan jelas untuk memudahkan kami mengerti kebutuhan anda.

TERIMA KASIH ATAS PERTANYAAN ANDA

Kami sudah menerima pertanyaan anda. Mohon bersabar, team kami akan mempelajari pertanyaan yang anda kirimkan, dan menghubungi anda kembali dengan jawaban atas pertanyaan anda.

Hubungi kami di +62.21.22604519 untuk respon cepat.

Lebih Bayar PPh Pasal 25

Tahun lalu omzet penjualan perusahaan di tempat saya bekerja turun hampir 40% daripada nilai di tahun 2014. Perusahaan pun menderita rugi di 2015. Yang menjadi pertanyaan, selama Januari sampai dengan Desember 2015, kami telah menyetor PPh Pasal 25. Yang mau saya tanyakan apakah bisa uang muka pajak tersebut dibiayakan atau tidak diakui sehingga tidak ada lebih bayar pajak? dan apa dasar aturan pajaknya apabila bisa atau tidak bisa dibiayakan atau dihapuskan. Apabila itu bisa dibiayakan apakah juga harus dikoreksi fiskal, terimakasih atas penjelasannya.

Bekasi

Terima kasih atas pertanyaan yang disampaikan kepada kami. Pembayaran angsuran PPh Pasal 25 pada prinsipnya merupakan pengurang Pajak Penghasilan (orang pribadi/badan) yang seharusnya terutang pada akhir tahun pajak dan bukanlah sebagai pengurang atau komponen biaya pada laba/rugi perusahaan. Hal ini sejalan dengan ketentuan Pasal 6 ayat (1) angka 9 UU PPh (UU Nomor 36 Tahun 2008 tentang Pajak Penghasilan) yang menyatakan bahwa atas Pajak Penghasilan tidak bisa di biayakan.

Menurut hemat kami, kelebihan pembayaran tersebut sebaiknya dilaporkan di SPT Tahunan PPh Badan dan dicatat sebagai kredit pajak dalam perhitungan SPT Tahunan Tahun 2015. Jika ternyata SPT Tahunan lebih bayar maka bapak dapat melaporkan kelebihan pembayaran tersebut dan mengajukan permohonan pengembalian atas kelebihan tersebut (restitusi PPh). Hal ini diatur didalam Pasal 17 UU Nomor 28 Tahun 2007 tentang Ketentuan Umum dan Tatacara Perpajakan.

Namun, perlu kiranya kami beritahukan bahwa konsekuensi atas kelebihan pembayaran pajak tersebut akan didahului pemeriksaan terlebih dahulu oleh pihak Direktorat Jenderal Pajak (Kantor Pelayanan Pajak) untuk menguji kepatuhan pelaporan serta kewajiban perpajakan lainnya untuk memastikan bahwa restitusi tersebut telah sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku .

Dalam beberapa hal, kasus perusahaan bapak ini sebenarnya dapat dihindari dengan mengajukan permohonan pengurangan pembayaran PPh Pasal 25 pada tahun berjalan dan ini sejalan dengan  Pasal 7 ayat (1) Keputusan Dirjen Pajak Nomor Kep-537/PJ./2000 tentang Penghitungan Besarnya Angsuran Pajak Dalam Tahun Pajak Dalam Hal-Hal Tertentu mengenai pengurangan angsuran PPh Pasal 25 yang menyatakan bahwa Apabila sesudah 3 (tiga) bulan atau lebih berjalannya suatu tahun pajak, Wajib Pajak dapat menunjukkan bahwa Pajak Penghasilan yang akan terutang untuk tahun pajak tersebut kurang dari 75% (tujuh puluh lima persen) dari Pajak Penghasilan yang terutang yang menjadi dasar penghitungan besarnya Pajak Penghasilan Pasal 25, Wajib Pajak dapat mengajukan permohonan pengurangan besarnya Pajak Penghasilan Pasal 25 secara tertulis kepada Kepala Kantor Pelayanan Pajak tempat Wajib Pajak terdaftar.

Perlu diperhatikan dalam pengajuan surat permohonan ke Kantor Pelayanan Pajak, harus disertai dengan penghitungan besarnya Pajak Penghasilan yang akan terutang berdasarkan perkiraan penghasilan yang akan diterima atau diperoleh dan besarnya Pajak Penghasilan Pasal 25 untuk bulan-bulan yang tersisa dari tahun pajak yang bersangkutan (formulir permohonan harus sesuai dengan formulir pada lampiran keputusan tersebut).

Demikianlah penjelasan dari kami, semoga bermanfaat.

Dimuat dalam Kolom Konsultasi Pajak Tabloid KONTAN Edisi No. 20-XX, 2016

The Mansion Kemayoran.
Cluster Bougenville, Tower Fontana lantai 17 Zona 2 Ruang 17G2,
Jl. Trambesi Blok D. Komp Bandar Baru, Kemayoran. Jakarta Utara 14410

Phone. +62.21.22604519
Fax. +62.21.22604520

Copyright © 2016-2019, ATS Konsultama
Website by PandavaMedia