MASUK DENGAN AKUN

Gunakan username dan password akun anda untuk login.

LUPA PASSWORD?

Gunakan form dibawah ini untuk meminta perubahan password.

BELUM MEMILIKI AKUN?

Daftar disini jika anda belum memiliki akun.

TANYA KAMI SOAL PAJAK

Anda bingung dengan perhitungan pajak anda? Bingung menghadapi penerapan aturan pajak? Atau masalah-masalah pajak lainnya? Jangan khawatir, ajukan pertanyaan anda disini. Konsultan pajak professional kami akan membantu memberikan jawaban dan saran atas pertanyaan anda.

Hi John, apa yang bisa kami bantu hari ini?

Tulis kan pertanyaan kamu di bawah ini. Gunakan penulisan yang baik dan jelas untuk memudahkan kami mengerti kebutuhan anda.

TERIMA KASIH ATAS PERTANYAAN ANDA

Kami sudah menerima pertanyaan anda. Mohon bersabar, team kami akan mempelajari pertanyaan yang anda kirimkan, dan menghubungi anda kembali dengan jawaban atas pertanyaan anda.

Hubungi kami di +62.21.22604519 untuk respon cepat.

Pajak atas Karyawan Lepas Restoran

Saya lajang 28 tahun manager untuk beberapa cabang restaurant (Milik Saudara) dengan pendapatan 35 juta - 40 juta perbulan. Tiap bulannya mempunyai pengeluaran 15 jt u/pribadi + 15 jt u/ apartemen angsuran selama lima tahun dan selebihnya saya tabung ke bank.

Saat ini baru saja saya memiliki NPWP, yang saya ingin tanyakan Apakah harus membayar ke negara untuk SPT PRIBADI Bulanan Dan Tahunan Berapa nominal yang harus dibayar?, mengingat bekerja di milik saudara, saya dikategorikan bukan karyawan tetap tetapi karyawan lepas yang mendapat penghasilan tetap.

Terima kasih sebelumnya atas bantuannya.

Jakarta

Terima kasih atas pertanyaan yang disampaikan kepada kami, sesuai dengan Pasal 21 ayat (1) huruf a UU Nomor 36 Tahun 2008 (UU PPh) dijelaskan bahwa Pemotongan pajak atas penghasilan sehubungan dengan pekerjaan, jasa, atau kegiatan dengan nama dan dalam bentuk apapun yang diterima atau diperoleh Wajib Pajak orang pribadi dalam negeri wajib dilakukan oleh pemberi kerja yang membayar gaji, upah, honorarium, tunjangan, dan pembayaran lain sebagai imbalan sehubungan dengan pekerjaan yang dilakukan oleh pegawai atau bukan pegawai;
Aturan pelaksanaan mengenai pemotongan PPh Pasal 21 diatur didalam PERATURAN DIREKTUR JENDERAL PAJAK NOMOR : PER - 31/PJ/2012 TENTANG PEDOMAN TEKNIS TATA CARA PEMOTONGAN, PENYETORAN DAN PELAPORAN PAJAK PENGHASILAN PASAL 21 DAN/ATAU PAJAK PENGHASILAN PASAL 26 SEHUBUNGAN DENGAN PEKERJAAN, JASA, DAN KEGIATAN ORANG PRIBADI.

Yang termasuk didalam Pemotong PPh Pasal 21 dan/atau PPh Pasal 26 adalah Wajib Pajak orang pribadi atau Wajib Pajak badan, termasuk bentuk usaha tetap, yang mempunyai kewajiban untuk melakukan pemotongan pajak atas penghasilan sehubungan dengan pekerjaan, jasa, dan kegiatan orang pribadi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 21 dan Pasal 26 Undang-Undang Pajak Penghasilan.

Maka seharusnya perusahaan tempat bapak bekerja wajib memotong PPh Pasal 21 atas penghasilan sehubungan dengan pekerjaan yang bapak terima. Karena berkewajiban sebagai pemotong PPh Pasal 21.

Disini bapak bekerja dengan status sebagai Pegawai Tidak Tetap/Tenaga Kerja Lepas, maka atas penghasilan dari imbalan atau upah dari perusahaan maka harus dipotong PPh Pasal 21 oleh perusahaan tempat apak bekerja.

Definisi dari Pegawai Tidak Tetap/Tenaga Kerja Lepas adalah pegawai yang hanya menerima penghasilan apabila pegawai yang bersangkutan bekerja, berdasarkan jumlah hari bekerja, jumlah unit hasil pekerjaan yang dihasilkan atau penyelesaian suatu jenis pekerjaan yang diminta oleh pemberi kerja.

Kami berikan ilustrasi mengenai  permotongan PPh 21 atas Pegawai Tidak Tetap yaitu: Penghasilan/Upah sebesar Rp. 35 juta

Maka Penghasilan Neto setahun: (Rp. 35 juta x 12 bulan) = Rp. 420.000.000
Dikurangi Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP) TK/0 = Rp. 24.300.000 (status lajang)
Penghasilan Kena Pajak = Rp. 395.700.000
PPh 21  setahun Terutang:
5% x Rp. 50.000.000       = Rp. 2.500.000
15% x Rp. 200.000.000   = Rp. 30.000.000
25% x Rp. 145.700.000    = Rp. 36.425.000
                                           Rp. 68.925.000

PPh 21 perbulan              = Rp. 68.925.000/12 = Rp. 5.743.750,-

Jadi perusahaan tempat bapak bekerja wajib memotong PPh Pasal 21 sebesar Rp. 5.743.750 atas upah yang diterima oleh bapak.

Adapun kewajiban bapak apabila telah memiliki NPWP maka bapak berkewajiban melaporkan SPT Tahunan PPh Orang Pribadi dan melaporkan penghasilan dan pajak terutang. Namun apabila dari pihak perusahaan tempat bapak bekerja tidak memotong PPh Pasal 21 maka bapak tetap berkewajiban melaporkan penghasilan dari gaji tersebut kedalam SPT Tahunan PPh di dalam Penghasilan Neto Dalam Negeri Lainnya dengan memasukkan seluruh penghasilan dari periode Januari sampai dengan Desember.

Sedangkan untuk SPT Masa (Bulanan) yang dibayarkan oleh bapak, tidak perlu dilaporkan apabila memang penghasilan bapak berupa gaji yang dibayarkan oleh perusahaan. Karena perusahaan yang berhak memotong PPh Pasal 21 dan melaporkan kedalam SPT Masa PPh 21 serta memberikan bukti pemotongan Pajak kepada bapak.

Demikianlah penjelasan dari kami, semoga bermanfaat.

The Mansion Kemayoran.
Cluster Bougenville, Tower Fontana lantai 17 Zona 2 Ruang 17G2,
Jl. Trambesi Blok D. Komp Bandar Baru, Kemayoran. Jakarta Utara 14410

Phone. +62.21.22604519
Fax. +62.21.22604520

Copyright © 2016-2019, ATS Konsultama
Website by PandavaMedia