MASUK DENGAN AKUN

Gunakan username dan password akun anda untuk login.

LUPA PASSWORD?

Gunakan form dibawah ini untuk meminta perubahan password.

BELUM MEMILIKI AKUN?

Daftar disini jika anda belum memiliki akun.

TANYA KAMI SOAL PAJAK

Anda bingung dengan perhitungan pajak anda? Bingung menghadapi penerapan aturan pajak? Atau masalah-masalah pajak lainnya? Jangan khawatir, ajukan pertanyaan anda disini. Konsultan pajak professional kami akan membantu memberikan jawaban dan saran atas pertanyaan anda.

Hi John, apa yang bisa kami bantu hari ini?

Tulis kan pertanyaan kamu di bawah ini. Gunakan penulisan yang baik dan jelas untuk memudahkan kami mengerti kebutuhan anda.

TERIMA KASIH ATAS PERTANYAAN ANDA

Kami sudah menerima pertanyaan anda. Mohon bersabar, team kami akan mempelajari pertanyaan yang anda kirimkan, dan menghubungi anda kembali dengan jawaban atas pertanyaan anda.

Hubungi kami di +62.21.22604519 untuk respon cepat.

Pajak Penyertaan Modal Yayasan ke PT

Yayasan di tempat saya bekerja baru saja mendirikan PT pada tahun 2019 lalu. Sejauh ini kami telah menempatkan dana sebesar Rp 200juta sebagai modal kerja PT tersebut. Yang ingin saya tanyakan bagaimana perhitungan pajak PPH badan yayasan atas modal yang telah disetor tersebut?

Terima kasih

Terima kasih atas pertanyaan yang disampaikan kepada kami, berdasarkan Pasal 4 ayat (3) huruf c UU PPh (UU No. 36 Tahun 2008) yang menyatakan bahwa harta termasuk setoran tunai yang diterima oleh badan sebagai pengganti saham atau sebagai pengganti penyertaan modal termasuk Penghasilan yang dikecualikan dari objek pajak. Pada aturan penjelasan UU PPh Pasal 4 ayat (3) huruf c, dijelaskan bahwa pada prinsipnya harta, termasuk setoran tunai, yang diterima oleh badan merupakan tambahan kemampuan ekonomis bagi badan tersebut. Namun karena harta tersebut diterima sebagai pengganti saham atau penyertaan modal, maka berdasarkan ketentuan ini, harta yang diterima tersebut bukan merupakan objek pajak. Artinya, setoran modal sebesar Rp. 200 juta tersebut bukan merupakan penghasilan bagi perusahaan (PT) dan juga bagi Yayasan sebagai pemegang saham.

Namun apabila terjadi pembagian dividen dari perusahaan (PT) kepada Yayasan sebagai pemegang saham, didalam memori penjelasan di Pasal 4 ayat 3 huruf f UU PPh, ditegaskan bahwa dalam hal penerima dividen atau bagian laba adalah Wajib Pajak selain badan-badan tersebut di atas, seperti  orang  pribadi baik dalam negeri maupun luar negeri, firma, perseroan komanditer, yayasan dan organisasi sejenis dan sebagainya, maka penghasilan berupa dividen atau bagian laba tersebut tetap merupakan Objek Pajak. Artinya Dividen yang diterima oleh Yayasan merupakan objek pajak dan dikenakan Pajak Penghasilan Pasal 23 sebesar 15 %.

Adapun pihak perusahaan (PT) yang memberikan dividen tersebut wajib memotong PPh Pasal 23 kepada Yayasan dan atas bukti pemotongan pajak penghasilan tersebut merupakan kredit pajak penghasilan untuk perhitungan SPT Tahunan PPh Badan yang dimasukkan kedalam kolom formulir SPT 1771 III .

Sehingga dapat kami simpulkan untuk Yayasan sebagai pemegang saham di perusahaan yang berbentuk PT yang memiliki setoran modal itu bukan merupakan objek pajak bagi pihak Yayasan maupun PT itu sendiri, namun apabila terjadi pembagian dividen dari PT kepada Yayasan sebagai pemegang saham maka dikenakan PPh pasal 23 atas Dividen sebesar tarif 15%.

Demikian penjelasan dari kami, semoga bermanfaat.

Pertanyaan diajukan melalui website ATS

The Mansion Kemayoran.
Cluster Bougenville, Tower Fontana lantai 17 Zona 2 Ruang 17G2,
Jl. Trambesi Blok D. Komp Bandar Baru, Kemayoran. Jakarta Utara 14410

Phone. +62.21.22604519
Fax. +62.21.22604520

Copyright © 2016-2021, ATS Konsultama
Website by PandavaMedia