MASUK DENGAN AKUN

Gunakan username dan password akun anda untuk login.

LUPA PASSWORD?

Gunakan form dibawah ini untuk meminta perubahan password.

BELUM MEMILIKI AKUN?

Daftar disini jika anda belum memiliki akun.

TANYA KAMI SOAL PAJAK

Anda bingung dengan perhitungan pajak anda? Bingung menghadapi penerapan aturan pajak? Atau masalah-masalah pajak lainnya? Jangan khawatir, ajukan pertanyaan anda disini. Konsultan pajak professional kami akan membantu memberikan jawaban dan saran atas pertanyaan anda.

Hi John, apa yang bisa kami bantu hari ini?

Tulis kan pertanyaan kamu di bawah ini. Gunakan penulisan yang baik dan jelas untuk memudahkan kami mengerti kebutuhan anda.

TERIMA KASIH ATAS PERTANYAAN ANDA

Kami sudah menerima pertanyaan anda. Mohon bersabar, team kami akan mempelajari pertanyaan yang anda kirimkan, dan menghubungi anda kembali dengan jawaban atas pertanyaan anda.

Hubungi kami di +62.21.22604519 untuk respon cepat.

Penerima waris yang ibu rumah tangga haruskah buat NPWP?

Siang ATS, saya mau bertanya, mohon pencerahannya. Ayah saya (tidak ada usaha) meninggal tahun 2019 (warisan berupa 1 rumah tinggal) dan setelah itu saya membuat surat wasiat di notaris, dimana penerima warisan adalah 3/4 bagian rumah untuk Ibu saya yg Ibu rumah tangga (tidak memiliki NPWP) dan 1/4 rumah untuk saya anak tunggalnya (karyawan swasta memiliki NPWP). Selama ini ayah saya punya NPWP dan akhirnya saya tutup setelah ada surat wasiat tersebut.
Pertanyaan saya: Apakah ibu saya yg tidak punya penghasilan (selama ini saya yg biayai ibu saya) perlu membuat NPWP krn kedapatan warisan yg 3/4 bagian rumah tinggal? Lalu saya masukkan yg 1/4 bagian ke SPT saya.
Ataukah rumah itu (seluruh bagian) saya masukkan saja ke SPT saya di bagian warisan dan harta?
Saya cuman takut suatu hari jd masalah kalo rumah ini yg 3/4 bagian tidak dilaporkan dimana2 di pajak.
Terima kasih atas pencerahannya.

Terima kasih atas pertanyaan yang disampaikan kepada kami, berdasarkan Pasal 2 ayat (1)  huruf  (a) angka (2) UU Pajak Penghasilan, yang menyebutkan bahwa warisan yang belum terbagi sebagai satu kesatuan menggantikan yang berhak merupakan Subjek Pajak dalam hal ini adalah ahli waris.

Merujuk pada ketentuan di atas, sepanjang warisan tersebut belum terbagi maka harta yang ditinggalkan oleh ayah dari Ibu Angeline tetap merupakan Subjek Pajak serta  melaksanakan kewajiban PPh sebagaimana biasanya melalui ahli waris (istri) almarhum.

Pemohonan Pengajuan Penghapusan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) dapat dilakukan oleh Wajib Pajak dan/atau ahli warisnya apabila Wajib Pajak sudah tidak memenuhi persyaratan subjektif dan/atau objektif sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan perpajakan antara lain; Orang pribadi tersebut telah meninggal dunia dan tidak meninggalkan warisan yang belum dibagi.

Dengan demikian penghapusan NPWP almarhum dapat dilakukan jika semua warisan telah terbagi kepada semua Ahli Waris. Adapun, prosedur penghapusan dilakukan dengan mengajukan surat permohonan kepada Kantor Pelayanan Pajak terdaftar serta melampirkan akte kematian.

Secara prinsip warisan dikecualikan sebagai objek pajak. Artinya, bagi penerima warisan itu merupakan penghasilan tetapi tidak dikenakan Pajak Penghasilan  sebagaimana diatur dalam Pasal 4 ayat (3) huruf b UU PPh (UU Nomor 36 Tahun 2008). Sehingga jika terdapat warisan berupa tanah dan/atau bangunan yang diterima oleh ahli waris maka PPh yang terutang sebesar 2.5 % dibebaskan. Untuk membuktikan bahwa tidak ada PPh yang terutang, pihak Badan Pertanahan Nasional (BPN) mensyaratkan adanya SKB (Surat Keterangan Bebas) dari kantor pajak. Ketentuan terbaru tentang SKB PPh atas waris diterbitkan oleh Direktur Jenderal Pajak dalam bentuk Surat Edaran nomor SE-20/PJ/2015 tentang Pemberian Surat Keterangan Bebas Pajak Penghasilan Atas Penghasilan Dari Pengalihan Hak Atas Tanah Dan/Atau Bangunan Karena Warisan. Biasanya pengajuan SKB tersebut dibantu oleh Notaris bersamaan dengan proses pembuatan akte waris.
Dalam proses SKB PPh atas penghasilan dari pengalihan hak atas tanah dan/atau bangunan hanya diberikan apabila tanah dan/atau bangunan yang menjadi objek pewarisan telah dilaporkan dalam SPT Tahunan PPh pewaris, kecuali pewaris memiliki penghasilan dibawah Penghasilan Tidak Kena Pajak.

Bagaimana Jika NPWP-nya sudah dihapuskan dan bagaimana dengan pelaporan perpajakannya? Sementara Istri almarhum tidak memiliki NPWP dan penghasilan. Apakah dapat dilaporkan oleh anak (Karyawan) sebagai salah satu ahli waris lainnya?

Sebagaimana yang telah dijelaskan di atas, pada saat warisan tersebut sudah terbagi maka status subjek pajaknya menjadi hapus dan atas harta (rumah) tersebut dapat dilaporkan oleh masing-masing ahli waris. Dalam hal, ahli waris tidak memiliki NPWP dan tidak memiliki penghasilan tentunya tidak diwajibkan mendaftarkan diri  sebagai Wajib sehingga, harta warisan tersebut tidak perlu dilaporkan dalam SPT Tahunan sebagaimana kewajiban sebelumnya yang dilakukan oleh almarhum. Namun, bagi ahli waris lainnya yang telah memiliki NPWP, harus melaporkan perolehan harta waris tersebut dalam pelaporan SPT Tahunan Orang Pribadi sebesar jumlah bagian yang diperoleh.

Demikian penjelasan dari kami, semoga bermanfaat.

Pertanyaan diajukan melalui website ATS

The Mansion Kemayoran.
Cluster Bougenville, Tower Fontana lantai 17 Zona 2 Ruang 17G2,
Jl. Trambesi Blok D. Komp Bandar Baru, Kemayoran. Jakarta Utara 14410

Phone. +62.21.22604519
Fax. +62.21.22604520

Copyright © 2016-2020, ATS Konsultama
Website by PandavaMedia