MASUK DENGAN AKUN

Gunakan username dan password akun anda untuk login.

LUPA PASSWORD?

Gunakan form dibawah ini untuk meminta perubahan password.

BELUM MEMILIKI AKUN?

Daftar disini jika anda belum memiliki akun.

TANYA KAMI SOAL PAJAK

Anda bingung dengan perhitungan pajak anda? Bingung menghadapi penerapan aturan pajak? Atau masalah-masalah pajak lainnya? Jangan khawatir, ajukan pertanyaan anda disini. Konsultan pajak professional kami akan membantu memberikan jawaban dan saran atas pertanyaan anda.

Hi John, apa yang bisa kami bantu hari ini?

Tulis kan pertanyaan kamu di bawah ini. Gunakan penulisan yang baik dan jelas untuk memudahkan kami mengerti kebutuhan anda.

TERIMA KASIH ATAS PERTANYAAN ANDA

Kami sudah menerima pertanyaan anda. Mohon bersabar, team kami akan mempelajari pertanyaan yang anda kirimkan, dan menghubungi anda kembali dengan jawaban atas pertanyaan anda.

Hubungi kami di +62.21.22604519 untuk respon cepat.

PPH 21 untuk jasa kurir WP OP yang berkelanjutan

namastey admin, di perusahaan saya sedang ada kasus yang cukup membuat saya bingung mengenai pph 21 untuk kurir WP OP yang jasanya kami gunakan berkelanjutan.
Kami selalu melakukan pemotongan terhadap penghasilan atas jasa tersebut dengan tarif 2,5 %, pemotongan kami lakukan langsung saat pembayaran atas jasa dilakukan.
Dalam 1 bulan kami bisa menggunakan 3 kali jasa kurir ini, dan selalu dipotong pph 21 2,5%.
Yang membuat bingung, konsultan kami mengatakan seharusnya dikenakan progresiv saja terhadap akumulasi jasa yang kami bayarkan.
Kami kan pembayarannya per pengiriman, jadi apakah kami harus mengenakan tarif progresiv atas penghasilan kurir tersebut?
Terima kasih atas responnya

Terima kasih atas pertanyaan yang disampaikan kepada kami, berdasarkan Pasal 3 huruf a s.d. c Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor : 16/PJ/2016 tentang Pedoman Teknis Tata cara Pemotongan, Penyetoran dan Pelaporan Pajak Penghasilan Pasal 21 Dan/Atau Pajak Penghasilan Pasal 26 Sehubungan Dengan Pekerjaan, Jasa dan atau Kegiatan Orang Pribadi dijelaskan bahwa Penerima penghasilan yang dipotong PPh Pasal 21 dan/atau PPh Pasal 26 adalah orang pribadi yang merupakan:
a. pegawai;    
b. penerima uang pesangon, pensiun atau uang manfaat pensiun, tunjangan hari tua, atau jaminan hari tua, termasuk ahli warisnya;
c. Bukan Pegawai yang menerima atau memperoleh penghasilan sehubungan dengan pemberian jasa, meliputi:

  1. tenaga ahli yang melakukan pekerjaan bebas, yang terdiri dari pengacara, akuntan, arsitek, dokter, konsultan, notaris, penilai, dan aktuaris;
  2. pemain musik, pembawa acara, penyanyi, pelawak, bintang film, bintang sinetron, bintang iklan, sutradara, kru film, foto model, peragawan/peragawati, pemain drama, penari, pemahat pelukis, dan seniman lainnya;
  3. olahragawan;
  4. penasihat, pengajar, pelatih, penceramah, penyuluh, dan moderator;
  5. pengarang, peneliti, dan penerjemah;
  6. pemberi jasa dalam segala bidang termasuk teknik, komputer dan sistem aplikasinya, telekomunikasi, elektronika, fotografi, ekonomi, dan sosial serta pemberi jasa kepada suatu kepanitiaan;
  7. agen iklan;
  8. pengawas atau pengelola proyek;
  9. pembawa pesanan atau yang menemukan langganan atau yang menjadi perantara;
  10. petugas penjaja barang dagangan;
  11. petugas dinas luar asuransi;
  12. distributor perusahaan multilevel marketing atau direct selling dan kegiatan sejenis lainnya;

Imbalan kepada Bukan Pegawai yang Bersifat Berkesinambungan merupakan imbalan kepada Bukan Pegawai yang dibayar atau terutang lebih dari satu kali dalam satu tahun kalender sehubungan dengan pekerjaan, jasa, atau kegiatan.

Terkait atas pertanyaan yang disampaikan, perusahaan bapak menggunakan jasa kurir Wajib Pajak Orang Pribadi yang statusnya bukan pegawai perusahaan yang sifatnya berkesinambungan maka sesuai Pasal 16 Peraturan Dirjen Pajak Nomor 16/PJ/2016 atas imbalan kepada bukan pegawai  dikenakan  PPh sebesar Imbalan Jasa x 50% x Tarif PPh Pasal 17 UU PPh.

Terlampir Tarif Pasal 17 UU PPh sebagai berikut:

Lapisan Penghasilan Kena PajakTarif Pajak
sampai dengan Rp50.000.000,00 (lima puluh juta rupiah)5% (lima persen)
di atas Rp50.000.000,00 (lima puluh juta rupiah) sampai dengan Rp250.000.000,00 (dua ratus lima puluh juta rupiah)15% (lima belas persen)
di atas Rp250.000.000,00 (dua ratus lima puluh juta rupiah) sampai dengan Rp500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah)25% (dua puluh lima persen)
di atas Rp500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah)30% (tiga puluh persen)


Demikianlah penjelasan dari kami, semoga bermanfaat.

Pertanyaan diajukan melalui website ATS

The Mansion Kemayoran.
Cluster Bougenville, Tower Fontana lantai 17 Zona 2 Ruang 17G2,
Jl. Trambesi Blok D. Komp Bandar Baru, Kemayoran. Jakarta Utara 14410

Phone. +62.21.22604519
Fax. +62.21.22604520

Copyright © 2016-2019, ATS Konsultama
Website by PandavaMedia