Upah Jasa Borongan

Pertanyaan

Misalnya PT.A (kontraktor) mengupah 3 orang pekerja sebagai instalasi listrik di PT.B
Mereka Bekerja 2 hari sesuai perjanjian dengan upah masing-masing 200.000 perhari

Apakah status mereka termasuk pegawai Tidak tetap atau Bukan pegawai?

Jawaban

Terima kasih atas pertanyaan yang disampaikan kepada kami, sebelum menjawab pertanyaan bapak, akan kami jelaskan terlebih dahulu definisi dari pegawai, pegawai tetap, pegawai tidak tetap dan bukan pegawai sebagaimana diatur dalam Peraturan Dirjen Pajak Nomor PER-16/PJ/2016 tentang Pedoman Teknis Tata Cara Pemotongan, Penyetoran Dan Pelaporan Pajak Penghasilan Pasal 21 Dan/atau Pajak Penghasilan Pasal 26 Sehubungan dengan Pekerjaan, Jasa Dan Kegiatan Orang Pribadi.

Definisi dari Pegawai adalah orang pribadi yang bekerja pada pemberi kerja, berdasarkan perjanjian atau kesepakatan kerja baik secara tertulis maupun tidak tertulis, untuk melaksanakan suatu pekerjaan dalam jabatan atau kegiatan tertentu dengan memperoleh imbalan yang dibayarkan berdasarkan periode tertentu, penyelesaian pekerjaan, atau ketentuan lain yang ditetapkan pemberi kerja, termasuk orang pribadi yang melakukan pekerjaan dalam jabatan negeri.

Pegawai Tetap adalah pegawai yang menerima atau memperoleh penghasilan dalam jumlah tertentu secara teratur, termasuk anggota dewan komisaris dan anggota dewan pengawas, serta pegawai yang bekerja berdasarkan kontrak untuk suatu jangka waktu tertentu yang menerima atau memperoleh penghasilan dalam jumlah tertentu secara teratur.

Pegawai Tidak Tetap/Tenaga Kerja Lepas adalah pegawai yang hanya menerima penghasilan apabila pegawai yang bersangkutan bekerja, berdasarkan jumlah hari bekerja, jumlah unit hasil pekerjaan yang dihasilkan atau penyelesaian suatu jenis pekerjaan yang diminta oleh pemberi kerja.

Upah harian adalah upah atau imbalan yang diterima atau diperoleh pegawai yang terutang atau dibayarkan secara harian.

Penerima penghasilan Bukan Pegawai adalah orang pribadi selain Pegawai Tetap dan Pegawai Tidak Tetap/Tenaga Kerja Lepas yang memperoleh penghasilan dengan nama dan dalam bentuk apapun dari Pemotong PPh Pasal 21 dan/atau PPh Pasal 26 sebagai imbalan jasa yang dilakukan berdasarkan perintah atau permintaan dari pemberi penghasilan.

Berdasarkan jelaskan diatas,  maka perlakuan bagi 3 orang pekerja sebagai instalasi listrik yang bekerja 2 hari dengan upah harian Rp 200 ribu perhari dapat dikategorikan sebagai Pegawai Tidak Tetap atau Tenaga Kerja Lepas yang menerima upah harian.

Adapun untuk Pegawai  Tidak Tetap atau Tenaga Kerja Lepas yang menerima penghasilan kurang dari Rp 450.000 setiap hari, maka tidak dikenakan pemotongan Pajak Penghasilan Pasal 21. Berdasarkan Pasal 12 Ayat (3) PER–16/PJ/2016 disebutkan bahwa dalam hal pegawai tidak tetap telah memperoleh penghasilan kumulatif dalam satu bulan kalender melebihi Rp4.500.000, maka jumlah yang dapat dikurangkan dari penghasilan bruto adalah sebesar Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP) yang sebenarnya. Maksudnya adalah pegawai tidak tetap atau tenaga kerja lepas yang dibayarkan secara harian/mingguan/satuan/borongan akan mendapatkan PTKP sebagai pengurang penghasilan bruto, sepanjang penghasilan kumulatif yang diterima oleh pegawai tidak tetap tersebut dalam satu bulan kalender telah melebihi Rp4.500.000.

Demikianlah penjelasan dari kami, semoga bermanfaat.