Pertanyaan perihal selisih kurs tabungan diluar negri.

Pertanyaan

Saya ingin menanyakan perihal pajak selisih kurs. Semisal kita ada saving diluar negri sebesar 100k aud, yg dikenakan tax diindonesia itu bagaimana hitungannya?
Misal taun 2020 uang 100k aud
Taun 2021 101k aud. 1k aud itu adalah interest.
Interest pasti kena pajak. Bagaimana dgn uang 100k nya? Apakah harus byr pajak lg ? Walaupun uang tidak di jual?
Terima kasih

Jawaban

Terima kasih atas pertanyaan yang disampaikan kepada kami, Pasal 4 ayat (1) huruf d Undang-Undang Pajak Penghasilan dijelaskan bahwa  yang menjadi Objek Pajak adalah penghasilan yaitu setiap tambahan kemampuan ekonomis yang diterima atau diperoleh Wajib Pajak, baik yang berasal dari Indonesia maupun dari luar Indonesia, yang dapat dipakai untuk konsumsi atau untuk menambah kekayaan Wajib Pajak yang bersangkutan, dengan nama dan dalam bentuk apapun. Berdasarkan definisi tersebut, dapat disimpulkan bahwa ketentuan perpajakan di Indonesia menganut konsep Worldwide Income sehingga penghasilan yang diterima dari dalam maupun luar negeri merupakan penghasilan yang harus dilaporkan oleh Wajib Pajak yang bersangkutan. 

Berdasarkan Pasal 4 ayat (1) huruf I UU PPh menyebutkan bahwa keuntungan karena selisih kurs mata uang asing termasuk penghasilan yang menjadi Objek Pajak Penghasilan. Pengenaan pajaknya dikaitkan dengan sistem pembukuan yang dianut oleh Wajib Pajak dengan syarat dilakukan secara taat asas. Oleh karena itu keuntungan selisih kurs yang diperoleh Wajib Pajak badan maupun orang pribadi harus dilaporkan dalam SPT Tahunan Pajak Penghasilan.

Merujuk pada ketentuan tersebut, tentunya atas penghasilan bunga yang diterima dari luar negeri wajib dilaporkan sebagai penghasilan. Pengenaan Pajak Penghasilan tersebut dihitung dengan cara menggabungkannya dengan penghasilan dari dalam negeri sebagai dasar penghitungan PPh terutang yang nantinya akan dilaporkan pada saat penyampaian SPT Tahunan.  

Menjawab pertanyaan Bu Agnes untuk pendapatan bunga tabungan dari luar negeri sebesar AUD 1000 wajib dilaporkan sebagai penghasilan neto luar negeri di SPT Tahunan PPh tahun 2021, sedangkan untuk pokok tabungan sebesar AUD 100.000 sepanjang sudah dilaporkan di SPT Tahunan PPh Tahun 2020 maka pada pelaporan di SPT Tahunan PPh 2021 dilaporkan berdasarkan nilai perolehan apabila tidak ada penjualan atau pencairan atas pokok tabungan sebesar AUD 100.000 tersebut. Adapun laba/rugi selisih kurs diakui apabila ada penjualan dari harta tabungan dalam mata uang AUD tersebut.

Demikianlah penjelasan dari kami, semoga bermanfaat.